by

Bahaya Anak Kekurangan atau Kelebihan Nutrisi (Tidak Seimbang)

Makanan sehari-hari yang dikonsumsi anak terbukti mempengaruhi penghasilan zat kimia dalam sel tubuh, terutama pada sel otak. Otak merupakan organ terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh, dan juga organ yang paling produktif serta sensitif. Organisasi kesehatan dunia atau WHO menyatakan jika makanan adalah faktor penyebab penyakit kanker sebesar 30% dan 75% kematian disebabkan karena pola makan yang tidak seimbang.

Untuk anak yang kekurangan gizi maupun kelebihan gizi dapat dikatakan malnutrisi. Pola makan yang tidak baik menyebabkan anak tidak bisa mengkonsumsi sumber makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral secara seimbang. Karena itu nutrisi anak yang baik adalah nutrisi yang seimbang.

Kekurangan Gizi

Kekurangan gizi terjadi karena anak tidak mendapatkan gizi yang cukup dalam diet makan anak. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak kurang terpenuhinya karbohidrat dan protein. Atau tubuh sang anak memang tidak bisa memanfaatkan sepenuhnya nutrisi yang masuk dalam tubuh karena suatu penyakit tertentu.

 

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan anka kekurangan gizi antara lain penyakit celiac yaitu penyakit yang bermasalah dengan usus, karena usus tidak bisa mencerna gluten. Gluten sendiri bisa ditemukan pada gandum, rye, dan barley. Kemudian penyakit cystic fibrosis yaitu kesulitan dalam menyerap nutrisi karena penyakit ini mempengaruhi kinerja pankreas, yang mana pankreas adalah organ yang memproduksi enzim yang berperan dalam pencernaan.

Kelebihan Gizi

Sangat jarang anak-anak kelebihan nutrisi, meski anak dengan berat badan lebih dari normal belum menjamin jika anak tersebut dikatakan anak yang sehat. Kelebihan berat badan pada anak bisa dikarenakan mereka hanya mengkonsumsi kalori dalam jumlah banyak namun tidak mengkonsumsi vitamin dan mineral dengan jumlah yang cukup. Sehingga anak tidak mendapatkan keseimbangan nutrisi.

Dampak Malnutrisi dalam Jangka Pendek

Sistem Kekebalan Menurun

Pada anak yang mengalami kekurangan nutrisi akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Oleh sebab itu, anak yang kurang gizi mempunyai risiko yang lebih tinggi dalam mengembangkan penyakit infeksi atau sangat mudah tertular penyakit. Anak cenderung kekurangan vitamin A, seng, dan zat besi.

Pertumbuhan Anak Terganggu

Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, karenanya anak sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak dan seimbang. Ketika anak kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu, bisa mengalami pertumbuhan yang lambat. Anak yang kurang gizi bisa juga terkena infeksi gastrointestinal yang membuat kondisi anak menjadi lebih buruk sebab kesulitan memperoleh nutrisi yang cukup dan simbang.

Dampak Malnutrisi dalam Jangka Panjang

Pertumbuhan Anak Terganggu

Pertumbuhan anak yang terganggu dalam jangka panjang bisa disebabkan karena kurangnya vitain dan mineral yang penting, sepeti vitamin A, vitamin D, magnesium, seng, dan zat besi. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan anak semakin buruk seperti pertumbuhan tulang anak. Karena kurangnya gizi dalam jangka panjang sukar untuk diperbaiki alhasil tidak akan mencapai tumbuh yang optimal sehingga tinggi badannya pendek.

Perkembangan Otak Terganggu

Selain mengganggu secara fisik, akibat kurang gizi juga mengganggu perkembangan otak. Karena otak tidak bisa berkembang secara optimal akan menyebabkan ketidakmampuan dalam belajar. Mempunyai IQ yang rendah, mempunyai masalah pada ingatan dan perhatian, perkembangan bahasa yang buruk, kesulitan dalam pemecahan masalah, dan mempunyai prestasi yang kurang baik di sekolah.

Mencegah Malnutrisi pada Anak

Makanan bergizi seimbang sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Cukupilah kebutuhan gizi yang mancakup karbohidrat yang bisa diperoleh dari nasi, kentang, roti, mi, gandum, dan lain-lain. Protein dari ikan, ayam, tahu, tempe, susu, dan lain-lain. Lemak dari ikan berlemak tinggi seperti tuna dan salmon, kacang-kacangan, dan lain-lain. Vitamin dan protein bisa ditemukan dalam sayuran dna buah-buahan.

                                                      

 

Read Another Post :